Skip to content

Januari 17, 2012

LIMA FAKTA TENTANG OTAK

Januari 17, 2012

MENGGUNAKAN PERANGKAT KOMPUTER

SAPI POTONG

Januari 11, 2012

Sapi Potong

Sapi termasuk dalam genus Bos, mempunyai teracak genap, berkaki empat, tanduk berongga, dan memamah biak. Sapi juga termasuk dalam kelompok Taurinae, termasuk di dalam Bos Taurus(sapi-sapi yang tidak memiliki punuk) dan Bos indicus(sapi-sapi yang berpunuk).

Industri sapi potong akhir-akhir ini telah memperlihakan perkembangan yang sangat pesat dan memberikan sumbangan ekonomi terbesar. Industri ini akan erus berkembang sepanjang manusia masih memiliki bahan pakan, misalnya limbah-limbah pertanian, yang dikonsumsi oleh ternak untuk diubah menjadi protein dan energi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan. Selain sebagai penghasil daging, sapi potong di Indonesia juga digunakan sebagai tenaga kerja dan tabungan.

Berikut taksonomi sapi potong.

Filum           : Chordata

Kelas           : Mamalia

Ordo           : Artiodactyla

Famili         : Bovidae

Genus           : Bos

Subgenus     :

  1. Taurinae      : Bos taurus dan Bos indicus
  2. Biovinae      : Bos gaurus, Bos frontalis, dan Bibos sondaicus
  3. Bisontinae    : Bos grunniens, Bos bonasus, dan Bos bison
  4. Bubalinae     : Bos caffer dan Bubalus bubalis

Bangsa-bangsa Sapi Potong

A. Sapi-sapi Introduksi

Seluruh bangsa sapi yang berasal dari Eropa dan Inggris termasuk Bos taurus. Berikut beberapa bangsa sapi Eropa dan Inggris yang didatangkan ke Indonesia.

  1. Sapi Simental

Jenis sapi ini terkenal di Switzerland dan Prancis, merrupakan salah satu breed(keturunan) yang tertua di dunia. Simental merupakan sapi dual purpose, yaitu selain sebagai sapi potong, produksi susunya juga hampir menyamai sapi perah.

Tubuh sapi simental berwarna kuing sampai merah, sedangkan bagian muka, dada, dan rambut ekor berwarna putih. Sapi simental tidak memiliki tanduk. Kemampuan menyusui anaknya sangat baik dengan berat lahir pedet yang relatif tinggi. Mempunyai sifat jinak, tenang, dan mudah dikendalikan.

  1. Sapi Limousin

Sapi limousin berasal dari Prancis, merupakan sapi potong yang berkualitas baik. Saat lahir, ukuran pedet relatif kecil sehingga proses kelahiran relatif lancar.

Tubuh berwarna merah keemasan dengan bagian perut berwarna seperti jerami. Ukuran tubuhnya sedang, tidak bertanduk. Tingkat efisiensi pakan terbilang bagus. Persentase daging dalam karkas cukup tinggi.

  1. Sapi Angus

Sapi angus berasal dari Aberdeenshire dan Angushire, Scotlandia. Bangsa sapi ini banyak digunakan pada crossbreeding dan greading up untuk menghasilkan sapi potong yang baik. Jika sesama bangsa sapi angusdikawinkan dengan seperempat keturunanya, warna tubuhnya akan berubah menjadi merah dan tidak bertanduk(red angus).

Seluruh tubuh sapi angus berwarna hitam dengan bulu halus. Bangsa sapi ini tidak bertanduk. Sifat ini dominan sehingga sapi angus banyak dimanfaatkan untuk menghasilkan keturunan yang tidak bertanduk. Bentuk tubuh panjang dan kompak. Sifat keibuannya tinggi dan tidak ada kesulitan dalam beranak. Masa pubertas dicapai dalam umur relatif dini. Mempunyai kemampuan dalam menurunkan marbling (perlemakan dalam daging) ke anak-anaknya.

  1. Sapi Hereford

Bangsa sapi ini berasal dari Hereford(Inggris) dan dikenal sebagai white face cattle. Terdapat dua bangsa sapi Hereford, yaitu sapi Hereford bertanduk yang merupakan bangsa sapi Hereford asli dan tidak bertanduk(polled Hereford).

Tubuh sapi Hereford berwarna merah dengan bagian muka, dada, perut bagian bawah, kaki bagian bawah, dan rambut ekor berwarna putih. Ukuran tubuhnya sedang. Tingkat pertumbuhannya sangat cepat dan produktivitasnya juga tinggi. Tingkat ketahanannya terbilang baik. Temperamennya aik, tulang kuat, dan perdagingannya tebal.

  1. Sapi Shorthorn

Bangsa sapi ini berasal dari Inggris. Sapi ini merupakan jenis sapi dwi gua karena menghasilkan daging dan produksi susunya tinggi.

Tubuh sapi shorthorn berwarna merah bata sampai putih atau dawuk merah(roan). Bangsa sapi ini ada yang bertanduk dan tidak bertanduk(polled shorthorn). Tingkat kesuburan tinggi dengan sifat keinduan bagus. Temperamen baik dan memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat. Sanggup beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda.

  1.  Sapi Santa Gertrudis

Berasal dari negara bagian Texas, merupakan hasil persilangan antara ⅜ darah sapi brahman jantan dan ⅝ darah sapi betina shorthorn.

Tubuhnya berwarna cherry red dengan bulu pendek, halus, dan lurus. Tubuhnya besar, simetris, dalam, dan bertulang kuat. Kepala lebar dengan dahi sedikit cembung, sedangkan telingasedang hingga besar, terkadang rebah. Bangsa sapi ini bergelampir dan pada sapi jantan berpunuk kecil. Tingkat keahanan terhadap caplak terbilang tinggi, dapat memanfaatkan hijauan bermutu rendah, serta lebih tahan panas dan kekeringan dibanding bangsa sapi subtropis lainya.

  1. Sapi Beefmaster

Bangsa sapi ini merupakan persilangan antara brahman, hereford, dan shorthorn.Tubuhnya tidak memiliki warna khusus. Ukuran tubuh besar, dalam, dan panjang. Bertanduk, pertumbuhannya cepat dan kualitas karkas sangat baik. Memiliki daya tahan yang pada berbagai  iklim.

  1. Sapi Brahman

Bangsa sapi ini merupakan Bos indicus yang berasal India. Bangsa sapi brahman yang dikembangkan di Amerika serikat disebut dengan american brahman.

Warna tubuh bervariasi, mulai dari abu-abu sangat muda hampir hitam. Warna tubuh pejantan dewasa umumnya lebh gelap dari betina, terutama pada area leher, bahu, dan paha bawah. Sapi ini merupakan breed  besar, berpunuk, bergelambir, dan telinga menggantung. Sifat-sifat yang menonjol dari sapi ini yaitu mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, tahan panas dan tahan parasit.

B. Sapi-sapi Indonsia

  1. Sapi Bali

Sapi bali merupakan domestikasi dari banteng(bibos sondaicus). Pada saat pedet, tubuhnya berwarna merah bata. Sementara ketika ewasa, sapi betina tetap berwarna merah bata, sedangkan sapi jantan berubah menjadi kehitam-hitaman. Terdapat warna putih pada keemapat kakinya, mulai dari lutut sampai kebawah, belakang pelvis dengan batas yang tampak jelas dan berbentuk setengah bulan, dan garis belut pada punggung(aals streep), sedangkan ujung ekor hitam.

Tanduk berukuran pendek kecil, kepala panjang, halus, dan sempit. Bentuk badan spendek kecil dan leher ramping. Sapi bali sangat adaptif terhadap lingkungan. Sapi ini juga sangat produktif, persentase pedet yang dipanen dapat mencapai 80%. Kemampuanya mencerna pakan berkualitas rendah cukup tinggi, kualiatas karkas bagus, harga jual tinggi dan dapat digunakan sebagai tenaga kerja.

  1. Sapi Madura

Sapi madura merupakan persilangan antara Bos indicus dan Bibos sondaicus, diperkirakan terjadi 1.500th yang lalu. Fungsi sapi madura yaitu sebagai penghasil daging, tenaga kerja, serta dalam budaya sebagai sapi karapan dan sonok.

Baik sapi jantan maupun betina berwarna merah bata dan ada pula yang abu-abu. Bangsa sapi ini meiliki tanduk berukuran kecil dan pendek serta mengarah keluar. Ukuran tubuhnya kecil dan kaki pendek. Bangsa sapi in memiliki punuk dan terdapat lipatan kulit dibawah leher dan perut. Telinganya menggantung, tahan terhadap pakan yang jelek dan lingkungan yang panas.

  1. Sapi Ongole

Bersal dari Madras, India. Di Indonesia, bangsa sapi ini diternakan secara muri di pulau Sumbawa sehingga disebut sapi sumbawa ongole. Sapi ongole merupakan tipe sapi kerja yang sangat baik karena tenaganya kuat dan ukurannya tubuhnya besar. Persilangan sapi ongole dengan sapi setempat, terutama api-sapi jawa secara grading up menghasilkan sapi yang mirip denga sapi ongole yang populer dengan istilah peranakan ongole (PO).

Tubuhnya berwarna putih kelabu atau kehitam-hitaman dengan kakinya berukuran panjang. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung. Punuknya besar, demikian juga dengan lipatan-lipatan kulit di bawah leher dan perut. Bangsa sapi tahan terhadap panas dan kualitas pakan yang jelek.

  1. Sapi Gelekan

Bangsa sapi ini merupakan salah satu plasma nutfah yang perlu dilestarikan keberadaanya. Diduga, bangsa sapi ini merupakan keturunan sapi jawa.

Warna kulit dominan merah bata, sedangkan pada bagian pantat. Terdapat warna putih dengan batas tidak jelas. Ekor berukuranpanjang dengan rambut ekor berwarna hitam, mempunyai linkaran mata hitam dan punggung bergaris lurus dengan garis punggung berwarna hitam. Bangsa sapi ini berpunuk dan bertanduk serta telinganya bergaris hitam.

{Susilorini, Tri Eko, dkk. 2008. Budi Daya 22 Ternak Potensial.jakarta.Penebar Swadaya}

BIOGAS(smk n 1 muara pawan)

Januari 10, 2012

biogasBiogas merupakan salah satu sumber energi bahan bakar yang dapat kebutuhan energi alternative. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme dalam keadaan anaerob. Untuk menghasilkan biogas dibutuhkan reaktor biogas(digester) yang merupakan suatu instalasi kedap udara, sehingga proses dekomposisi bahan organik dapat berjalan secara optimum. Digerter biogar dapat mengurangi emisi gas metana(CH4) yang merupakan salah satu gas yang menimbulkan efek gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya global wraming.

Pada umumnya biogas terdiri atau gas metan(CH4) 50-70%, gas karbondioksida(CO2) 30-40%, hidrogen(CH2) 5-10%, dan gas-gas lain dalam umlah sedikit. Biogas memiliki berat 20g lebih ringan dibandingkan udara dan memiliki suhu pembakaran 650-750˚C. Biogas tidak berbau & berwarna apabila dibakar akan menghasilkan uap nyala api biru cerah seperti gas LPG.

Tujuan Pembuatan Biogas

  1. Menurunkan emisi gas rumah kaca, dalam memperlambat laju pemanasan global.
  2. Menghemat pengeluaran masyarakat.
  3. Mengurangi pemakaian minyak tanah dan kayau bakar.
  4. Menanggulangi krisis BBM an listrik.
  5. Sebagai solusi krisis energi.
  6. Mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah organik yang tidak dimanfaakan.
  7. Menciptakan lapangan kerja baru.

Alat yang digunakan:

A         Digester

Adalah tempat pemasukan bahan-bahan organik yang kedap udara atau tempat yang digunakan untuk  menampung  kotoran atau bahan-bahan organik dalam pembuatan biogas.

B         . Pipa paralon PVC ½ inci sebayak 5 batang.

C. Kne L ½ inci sebanyak 6 batang

D. Kne L drat sebanyak 2 buah

E. Kran gas sebanyak 3 buah

F. Klem paralon/selang sebanyak 12 buah

G. Klem selang sebanyak 2 buah

H. lem paralon 1

I.  Selang gas khusus untuk mengalirkan gas kompor sekitar 2 buah.

J. Alat kontrol Fiberglass

K. Kompor biogas portable siap pakai

L. Filter untuk penyaringan gas

M. Kantong gas

Bahan Yang digunakan Dalam Pembuatan Biogas

A         . Limbah Peternakan

Contohnya: Kotoran sapi, kuda, kambing, babi, dan unggas.

Potensi produksi gas dari berbagai tipe kotoran:

Tipe kotoran Prodiksi gas/kg kotoran M
SapiBabi

Ayam

Manusia

 

0,023 – 0,0400.040 – 0,059

0.065 – 0, 116

0,025 – 0,028

Sapi yang mempunyai bobot badan 450kg menghasilkan limbah berupa cairan urine + 25kg/ekor/hari.

A  . Biogas dari Limbah Pertanian

Bahan organik dari limbah pertanian masih dapat diuraikan menjadi bentuk lain dengan cara airob maupun anairob.

  1. JERAMI

Setiap 1kg jerami padi dapat menghasilkan 0,1-0,38 m biogas. Energi dari 1m biogas dapat digunakan untuk menjalankan 1pk selama 2jam; menyediakan listrik 1,25 kwh; enegi untuk masak  3 kali sebanyak 5 orang/hari; memberikan penerangan setara dengan 60 watt selama 60jam; menghidupkan kulkas selama 1jam.

Jerami dapat dicampur dengan kotoran hewan dengan perbandingan 1:1. Dengan pencampuran tersebut, maka proses permentasi dalam digester akan lebih cepat yaitu sekitar 13-20hari. Agar produksi gas dapat dilakukan setiap hari tambahkan 2kg cacahan jerami, kotoran sapi dan air 6liter.

  1. ECENG GONDOK

Eceng gondok adalah sejenis tumbuhan air yang hidup terapung dipermukaan air. Dalam menghasilkan biogas , eceng gondok harus dirajang atau ditumbuk halus agar lebih optimum. Kemudian ditambahkan air dengan perbandingan 1:1 setiap 1kg rajangan eceng gondok. Dapat dipakai selama 7 hari dan hanya dapat dipakai selama 90 detik  untuk menghasilkan biogas.

Bakteri Yang Berperan Dalam Pembuatan Biogas

Bakteri yang berperan dalam pembuatan biogas ialah bakteri meta organik;

Ciri-cirinya:

ü   Mempunyai sifat fisiologi.

ü   Morfologi sel heterogen.

ü   Beberapa bentuk batang & bulat.

ü   Ada yang termasuk kluster bulat yang disebut sacine.

Famili matonogen digolongkan menjadi 4 genus berdasrkan peerbedaan sitologi:

  1. Berbentuk Batang

Tidak berspora (methano bactererium)

Berspora (methano bacillus)

  1. Berbebtuk Lontung

Tidak berspora (sarcine methanosarcine)

Berspora (methanococcus

Bakteri methonoorganik berkembang lambat, sensitif terhadap perubahan mendadak pada kondisi fisik & kimia.

  1. PEMBUATAN BIOGAS LIMBAH PETERNAKAN

Proses pembuatan biogas dari kotoran ternak sapi:

  1. Siapkan kotoran sapi 400kg  dalam keadan segar.
  2. Masukan kotoran kedalam baskom campur dengan air(perbandingan 1;1).
  3. Haluskan kotoran sapi yang menggumpal, diremas-remas dengan tangan.
  4. Masukan kotoran yang sudah menjadi cair kedalam digester dengan melalui lubang pemasukan hingga penuh.
  5. Setelah 30-45hari gas akan terbentuk. Untuk mendeteksi adanya gas, buka keran yang menghubungkan gas dengan kompor , lalu nyalakan. Jika menyala berarti sudah terbentuk biogas.

f. Supaya produksi gas dapat dilakukan setiap hari tambahkan campuran 4kg cairan kotoran sapi dengan 4 liter air kedalam digester.

  1. PEMBUATAN  BIOGAS LIMBAH PERTANIAN
    1. Proses Pembuatan Biogas Dari Jerami padi
      1. Siapakan bahan berupa jerami padi sebanyak 40kg.
      2. Cacah jerami padi tersebuk sehingga ukuran panjangnya 4-5 cm.
      3. Masukan cacahan jerami tersebut kedalam wadah.
      4. Tambahkan air sebanyak 120 liter atau perbandingan 1;3.
      5.  Masukan campuran bahan tersebut kedalam digester hingga penuh diamkan selama 30-45hari agar terbetuk gas yang diinginkan, lakukan pengadukan setiap 5hari sekali.

f. Untuk mendeteksi adanya gas buka keran yang menghubungkan gas dengan kompor lalu nyalakan. Jika menyala berarti sudah terbentuk biogas sehinga dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Tambahkan campuaran 2kg cacahan jerami padi dan 6liter air kedalam digester.

smkn1muarapawan

Januari 10, 2012

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

ayam pedaging

Januari 10, 2012

D.1             Ayam Ras Pedaging

Ayam pedaging adalah ayam yang sangat efektif untuk menghasilkan daging. Karekteristik  ayam pedaging berifat tenang, bentuk tubuh besar, pertumbuhan cepat, bulu merapat ketubuh, kulit putih, dan bersifat seperti induknya atau ayam pedaging penghasil daging.

 

D.2             Ciri-ciri Ayam Pedaging Yang Baik

Penampilannya sehat.

Gerakannya lincah.

Tidak cacat.

Proporsi tubuh seimbang.

Mata cerah dan bulu kering, mengembang.

Tidak caat dan bebas infeksi pusar.

Ukuran badan dan bobot badannya seragam.

Bobot awal badan tidak kurang dari 35 g.

Hello world!

Januari 10, 2012

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.