Skip to content

SAPI POTONG

Januari 11, 2012

Sapi Potong

Sapi termasuk dalam genus Bos, mempunyai teracak genap, berkaki empat, tanduk berongga, dan memamah biak. Sapi juga termasuk dalam kelompok Taurinae, termasuk di dalam Bos Taurus(sapi-sapi yang tidak memiliki punuk) dan Bos indicus(sapi-sapi yang berpunuk).

Industri sapi potong akhir-akhir ini telah memperlihakan perkembangan yang sangat pesat dan memberikan sumbangan ekonomi terbesar. Industri ini akan erus berkembang sepanjang manusia masih memiliki bahan pakan, misalnya limbah-limbah pertanian, yang dikonsumsi oleh ternak untuk diubah menjadi protein dan energi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan. Selain sebagai penghasil daging, sapi potong di Indonesia juga digunakan sebagai tenaga kerja dan tabungan.

Berikut taksonomi sapi potong.

Filum           : Chordata

Kelas           : Mamalia

Ordo           : Artiodactyla

Famili         : Bovidae

Genus           : Bos

Subgenus     :

  1. Taurinae      : Bos taurus dan Bos indicus
  2. Biovinae      : Bos gaurus, Bos frontalis, dan Bibos sondaicus
  3. Bisontinae    : Bos grunniens, Bos bonasus, dan Bos bison
  4. Bubalinae     : Bos caffer dan Bubalus bubalis

Bangsa-bangsa Sapi Potong

A. Sapi-sapi Introduksi

Seluruh bangsa sapi yang berasal dari Eropa dan Inggris termasuk Bos taurus. Berikut beberapa bangsa sapi Eropa dan Inggris yang didatangkan ke Indonesia.

  1. Sapi Simental

Jenis sapi ini terkenal di Switzerland dan Prancis, merrupakan salah satu breed(keturunan) yang tertua di dunia. Simental merupakan sapi dual purpose, yaitu selain sebagai sapi potong, produksi susunya juga hampir menyamai sapi perah.

Tubuh sapi simental berwarna kuing sampai merah, sedangkan bagian muka, dada, dan rambut ekor berwarna putih. Sapi simental tidak memiliki tanduk. Kemampuan menyusui anaknya sangat baik dengan berat lahir pedet yang relatif tinggi. Mempunyai sifat jinak, tenang, dan mudah dikendalikan.

  1. Sapi Limousin

Sapi limousin berasal dari Prancis, merupakan sapi potong yang berkualitas baik. Saat lahir, ukuran pedet relatif kecil sehingga proses kelahiran relatif lancar.

Tubuh berwarna merah keemasan dengan bagian perut berwarna seperti jerami. Ukuran tubuhnya sedang, tidak bertanduk. Tingkat efisiensi pakan terbilang bagus. Persentase daging dalam karkas cukup tinggi.

  1. Sapi Angus

Sapi angus berasal dari Aberdeenshire dan Angushire, Scotlandia. Bangsa sapi ini banyak digunakan pada crossbreeding dan greading up untuk menghasilkan sapi potong yang baik. Jika sesama bangsa sapi angusdikawinkan dengan seperempat keturunanya, warna tubuhnya akan berubah menjadi merah dan tidak bertanduk(red angus).

Seluruh tubuh sapi angus berwarna hitam dengan bulu halus. Bangsa sapi ini tidak bertanduk. Sifat ini dominan sehingga sapi angus banyak dimanfaatkan untuk menghasilkan keturunan yang tidak bertanduk. Bentuk tubuh panjang dan kompak. Sifat keibuannya tinggi dan tidak ada kesulitan dalam beranak. Masa pubertas dicapai dalam umur relatif dini. Mempunyai kemampuan dalam menurunkan marbling (perlemakan dalam daging) ke anak-anaknya.

  1. Sapi Hereford

Bangsa sapi ini berasal dari Hereford(Inggris) dan dikenal sebagai white face cattle. Terdapat dua bangsa sapi Hereford, yaitu sapi Hereford bertanduk yang merupakan bangsa sapi Hereford asli dan tidak bertanduk(polled Hereford).

Tubuh sapi Hereford berwarna merah dengan bagian muka, dada, perut bagian bawah, kaki bagian bawah, dan rambut ekor berwarna putih. Ukuran tubuhnya sedang. Tingkat pertumbuhannya sangat cepat dan produktivitasnya juga tinggi. Tingkat ketahanannya terbilang baik. Temperamennya aik, tulang kuat, dan perdagingannya tebal.

  1. Sapi Shorthorn

Bangsa sapi ini berasal dari Inggris. Sapi ini merupakan jenis sapi dwi gua karena menghasilkan daging dan produksi susunya tinggi.

Tubuh sapi shorthorn berwarna merah bata sampai putih atau dawuk merah(roan). Bangsa sapi ini ada yang bertanduk dan tidak bertanduk(polled shorthorn). Tingkat kesuburan tinggi dengan sifat keinduan bagus. Temperamen baik dan memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat. Sanggup beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda.

  1.  Sapi Santa Gertrudis

Berasal dari negara bagian Texas, merupakan hasil persilangan antara ⅜ darah sapi brahman jantan dan ⅝ darah sapi betina shorthorn.

Tubuhnya berwarna cherry red dengan bulu pendek, halus, dan lurus. Tubuhnya besar, simetris, dalam, dan bertulang kuat. Kepala lebar dengan dahi sedikit cembung, sedangkan telingasedang hingga besar, terkadang rebah. Bangsa sapi ini bergelampir dan pada sapi jantan berpunuk kecil. Tingkat keahanan terhadap caplak terbilang tinggi, dapat memanfaatkan hijauan bermutu rendah, serta lebih tahan panas dan kekeringan dibanding bangsa sapi subtropis lainya.

  1. Sapi Beefmaster

Bangsa sapi ini merupakan persilangan antara brahman, hereford, dan shorthorn.Tubuhnya tidak memiliki warna khusus. Ukuran tubuh besar, dalam, dan panjang. Bertanduk, pertumbuhannya cepat dan kualitas karkas sangat baik. Memiliki daya tahan yang pada berbagai  iklim.

  1. Sapi Brahman

Bangsa sapi ini merupakan Bos indicus yang berasal India. Bangsa sapi brahman yang dikembangkan di Amerika serikat disebut dengan american brahman.

Warna tubuh bervariasi, mulai dari abu-abu sangat muda hampir hitam. Warna tubuh pejantan dewasa umumnya lebh gelap dari betina, terutama pada area leher, bahu, dan paha bawah. Sapi ini merupakan breed  besar, berpunuk, bergelambir, dan telinga menggantung. Sifat-sifat yang menonjol dari sapi ini yaitu mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, tahan panas dan tahan parasit.

B. Sapi-sapi Indonsia

  1. Sapi Bali

Sapi bali merupakan domestikasi dari banteng(bibos sondaicus). Pada saat pedet, tubuhnya berwarna merah bata. Sementara ketika ewasa, sapi betina tetap berwarna merah bata, sedangkan sapi jantan berubah menjadi kehitam-hitaman. Terdapat warna putih pada keemapat kakinya, mulai dari lutut sampai kebawah, belakang pelvis dengan batas yang tampak jelas dan berbentuk setengah bulan, dan garis belut pada punggung(aals streep), sedangkan ujung ekor hitam.

Tanduk berukuran pendek kecil, kepala panjang, halus, dan sempit. Bentuk badan spendek kecil dan leher ramping. Sapi bali sangat adaptif terhadap lingkungan. Sapi ini juga sangat produktif, persentase pedet yang dipanen dapat mencapai 80%. Kemampuanya mencerna pakan berkualitas rendah cukup tinggi, kualiatas karkas bagus, harga jual tinggi dan dapat digunakan sebagai tenaga kerja.

  1. Sapi Madura

Sapi madura merupakan persilangan antara Bos indicus dan Bibos sondaicus, diperkirakan terjadi 1.500th yang lalu. Fungsi sapi madura yaitu sebagai penghasil daging, tenaga kerja, serta dalam budaya sebagai sapi karapan dan sonok.

Baik sapi jantan maupun betina berwarna merah bata dan ada pula yang abu-abu. Bangsa sapi ini meiliki tanduk berukuran kecil dan pendek serta mengarah keluar. Ukuran tubuhnya kecil dan kaki pendek. Bangsa sapi in memiliki punuk dan terdapat lipatan kulit dibawah leher dan perut. Telinganya menggantung, tahan terhadap pakan yang jelek dan lingkungan yang panas.

  1. Sapi Ongole

Bersal dari Madras, India. Di Indonesia, bangsa sapi ini diternakan secara muri di pulau Sumbawa sehingga disebut sapi sumbawa ongole. Sapi ongole merupakan tipe sapi kerja yang sangat baik karena tenaganya kuat dan ukurannya tubuhnya besar. Persilangan sapi ongole dengan sapi setempat, terutama api-sapi jawa secara grading up menghasilkan sapi yang mirip denga sapi ongole yang populer dengan istilah peranakan ongole (PO).

Tubuhnya berwarna putih kelabu atau kehitam-hitaman dengan kakinya berukuran panjang. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung. Punuknya besar, demikian juga dengan lipatan-lipatan kulit di bawah leher dan perut. Bangsa sapi tahan terhadap panas dan kualitas pakan yang jelek.

  1. Sapi Gelekan

Bangsa sapi ini merupakan salah satu plasma nutfah yang perlu dilestarikan keberadaanya. Diduga, bangsa sapi ini merupakan keturunan sapi jawa.

Warna kulit dominan merah bata, sedangkan pada bagian pantat. Terdapat warna putih dengan batas tidak jelas. Ekor berukuranpanjang dengan rambut ekor berwarna hitam, mempunyai linkaran mata hitam dan punggung bergaris lurus dengan garis punggung berwarna hitam. Bangsa sapi ini berpunuk dan bertanduk serta telinganya bergaris hitam.

{Susilorini, Tri Eko, dkk. 2008. Budi Daya 22 Ternak Potensial.jakarta.Penebar Swadaya}

No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: